Bekas seragam mantan pemain AC Milan diantaranya : Paolo Maldini, Ronaldinho, Kaka, dan Shevchenko.

(Foto) Koleksi AC Milan di Museum San Siro

Koleksi bersejarah AC Milan di stadion San Siro menjadi saksi perjalanan panjang klub ini. Sejak didirikan pada tahun 1899, Milan sudah meraih 18 kali juara serie-A liga Italia, 2 kali juara serie-B liga Italia, 5 kali juara Coppa Italia, 6 kali juara piala super Italia, 7 kali juara liga champions Eropa, 5 kali juara piala…

Forza Inter !

(Foto) Koleksi Inter Milan di Museum San Siro

Mengunjungi museum San Siro Milan seakan membawa kita ke masa lalu, era keemasan kedua klub yang harus diakui dalam beberapa tahun terakhir mulai pudar. Inter yang didirikan pada 9 Maret 1908 adalah pecahan dari klub yang kita kenal sekarang sebagai AC Milan. Nama Internazionale diambil dari semangat para pendirinya yang menginginkan sebuah klub sepakbola dengan…

Masih menelusuri kota Milan, saat ini saya ajak pembaca sekalian melihat stadion sepakbola Giuseppe Meazza di San Siro. Bagi pecinta sepakbola pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Ya, markas dua klub sepakbola besar liga Italia, Inter Milan dan AC Milan. Seteru abadi yang memiliki fans fanatic tidak hanya di negara asal melainkan juga di belahan dunia lain, Indonesia. Saya termasuk bagian di dalamnya, sangat menggemari Inter Milan sejak pertama kali mengenal sepakbola. Hari yang cerah di ibukota Lombardia, kami memulai perjalanan sekitar jam 9 pagi dari rumah penginapan menggunakan Metro nomor-1 berwarna merah ke arah Rho Fiera dan turun di stasiun Lotto. Dari sana kami lanjut menggunakan metro nomor-5 berwarna ungu dengan tujuan akhir stasiun San Siro Stadio. Metro jalur ini tidak mempunyai awak/pengemudi alias berjalan secara otomatis. Jarak dari stasiun Metro menuju stadion kira-kira 5 menit jalan kaki, sampai ke Ingresso / Gate 8. Di pintu masuk ini akan diperiksa tiket para pengunjung. Bagi yang belum memiliki tiket, tersedia konter penjualan tepat di pintu masuk. Kebetulan kami sudah membeli tiket secara online jauh hari sebelumnya jadi tidak perlu antri di depan loket. Harga tiket masuk tour stadion dan museum bervariasi mulai dari 12€ (untuk usia dibawah 14 tahun, diatas 65 tahun, dan pemegang kartu Siamo Noi), 17€ (untuk orang dewasa), dan anak dibawah 6 tahun juga orang dengan keterbatasan khusus tidak dipungut biaya. Bagi yang melakukan tour dengan rombongan berjumlah 20 sampai 49 orang dipatok seharga 14€ (dewasa), diatas 50 orang hanya seharga 12€ (dewasa). Tour stadion dan Museum San Siro dibuka setiap hari mulai pukul 9.30 sampai pukul 17.00. Pada hari dimana akan dilangsungkan event di stadion ini, tour tidak diadakan. Untuk itu sebelum menyusun rencana ada baiknya melihat kalender event di website resmi San Siro Milano. "Uno stadio, 2 Squadre, Il Loro Negozio" yang artinya satu stadion, dua tim, milik bersama. Tour dimulai, pengunjung dibawa masuk kedalam ruang ganti pemain. Kita akan melihat perbedaan besar antara ruang ganti pemain AC Milan dan Inter Milan di stadion Giuseppe Meazza. Ruang ganti AC Milan berupa jejeran tempat duduk satuan yang nyaman untuk setiap pemain utama, dan beberapa kursi terpisah untuk pemain muda yang jarang dimainkan. Sedangkan ruang ganti pemain Inter Milan jauh lebih sederhana, tidak ada kursi empuk yang eksklusif untuk setiap pemain melainkan hanyalah bangku panjang berbentuk lingkaran tanpa pembatas. Menurut guide, hal ini sejalan dengan filosofi Inter yang memang menerapkan prinsip kebersamaan dan kesederajatan pada setiap pemainnya. Meninggalkan ruang ganti, kamipun berjalan menuju ke lapangan melewati lorong yang biasanya juga dilalui para pemain yang akan bertanding. Tidak terbayangkan bahagianya bisa berada di tempat ini, stadion yang dipuja-puja semua Interisti (fans Inter Milan). Pada saat itu lapangan Giuseppe Meazza sedang di renovasi, berbenah menyambut dimulainya musim 2015/2016 Serie-A liga Italia. Setelah puas berfoto diatas rumput hijau kamipun mengambil tempat di tribun sambil pemandu menjelaskan seluk beluk tentang stadion ini. Stadion Giuseppe Meazza dibangun pada kurun waktu 1 Agustus 1925 sampai 15 September 1926. Saat ini kapasitas penonton mencapai 80.000 kursi. Giuseppe Meazza diambil dari nama pemain legendaris Inter Milan dan juga pahlawan tim nasional Italia. Tidak ada batasan waktu bagi pengunjung di dalam stadion, pintu keluar membawa kami tepat di depan San Siro Store. Konter yang menjual berbagai macam pernak-pernik kedua Tim mulai dari Jersey yang tentunya kualitas original, sepatu, juga perlengkapan sepakbola lainnya, sampai dengan aksesoris dari ukuran kecil, sedang hingga yang sangat besar. Harga yang dipatok cukup membuat kantong kering. Selanjutnya Museum San Siro menjadi bagian dari perjalanan hari ini. Ukuran museum tidak terlalu besar, berada dalam bangunan kotak yang agak terpisah dari stadion. Sebagai tampilan utama, museum ini memamerkan beberapa trofi yang berhasil diraih kedua klub diantaranya trofi juara Copa Italia, Uefa Cup, sampai yang paling fenomenal yaitu juara Europa Champions League. Masing-masing di sisi kiri dan kanan berdiri patung pemain legendaries Inter dan Milan, Javier Zanetti dan Paolo Maldini. Sisanya dibagi menjadi dua area yaitu sisi kanan memamerkan sejarah dan seluk-beluk klub Inter Milan sedangkan sisi kiri tentang klub AC Milan. Jajaran pemain bintang yang pernah merumput di San Siro bisa kita temui disini, lengkap dengan bekas jersey yang mereka gunakan. Pengalaman yang sangat berharga bisa bertandang ke markas klub pujaan Internazionale Milano, berharap suatu saat nanti bisa kembali untuk menyaksikan pertandingan. Mengingat saat itu musim Serie-A 2014/2015 sudah berakhir, dan tim sedang menjalani tour Internasional. Sayang sekali harapan untuk bisa bertemu salah satu pemain Inter harus ditunda.

Melihat lebih dekat kemegahan Stadion San Siro Milan

Masih menelusuri kota Milan, saat ini saya ajak pembaca sekalian melihat lebih dekat lagi stadion Giuseppe Meazza di San Siro. Bagi pecinta sepakbola pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Ya, markas dua klub besar liga Italia, Inter Milan dan AC Milan. Seteru abadi yang memiliki fans fanatik tidak hanya di negara asal melainkan…

Pavilion Indonesia World Expo 2015 Milan (7)

World Expo Milan 2015 part 4 : Pavilion Indonesia

Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang…

Postingan ini adalah lanjutan dari cerita kunjungan kami ke pameran dunia di Milan Italy (WEM 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika). Seperti yang sudah diprediksi, negara-negara di benua biru akan menampilkan kecanggihan teknologi dan industri yang mereka punya dalam menghasilkan bahan-bahan makanan. Diawali dengan Pavilion Irlandia yang minimalis bertingkat berisi miniatur proses pengolahan hasil pertanian dan kuliner yang mereka punya, diikuti Republik Cheko yang ramai dengan pengunjung yang memanfaatkan kolam renang gratis di depan Pavilion. Tidak ketinggalan negara-negara Eropa lainnya seperti Lithuania, Belarusia, Polandia, Vatikan, Swiss, Turkey, Austria, Monaco, Slovakia, Estonia, Slovenia, Romania, dan Hungaria bersaing menampilkan keunikan dan daya tarik kuliner masing-masing. Bagaimana dengan negara-negara maju Eropa seperti Jerman, Rusia, Perancis, Inggris, Belanda, Spanyol, dan tuan rumah Italy ? Berikut ini penampakannya. Pavilion Jerman tampil dengan gaya Futuristik, mengajak pengunjung menyaksikan sumber daya alam melalui pertanian dan keindahan pariwisata masing-masing negara bagian di Jerman. Paviliun Rusia tampil dengan megah lewat bangunan cermin yang menjulang tinggi, berbeda dengan Pavilion Belanda yang dibuat menyerupai suasana festival dengan berbagai macam konter penjualan makanan khas Belanda. Pavilion Prancis dibuat bernuansa alami, dimana terdapat kebun jangung sebagai pintu masuk menuju bangunan tinggi berdinding kayu yang tidak jauh berbeda dengan Pavilion Inggris. Dibuat serupa taman dengan jalan yang berliku-liku hingga sampai ke bangunan utama. Makanan di Pavilion Inggris ini yang katanya enak-enak dan murah. Tapi saya sendiri tidak sempat mencobanya :D Didepan Pavilion Spanyol terdapat layar raksasa berbentuk koper yang mengisyaratkan negara ini sebagai pusat tujuan liburan di wilayah eropa. Bagaimana dengan pavilion tuan rumah Italy ? Mereka menampilkan restoran-restoran khas negeri Pizza yang terkenal kelezatannya. Sepertinya karena mereka sebagai tuan rumah, pavilion negara ini adalah yang terluas. Ikon WEM 2015 yaitu berupa pohon kehidupan (Tree of life) juga berada disini.

World Expo Milan 2015 part 2 : negara-negara benua Eropa

Postingan ini adalah lanjutan dari cerita kunjungan kami ke pameran dunia di Milan Italy (WEM 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika). 2. Pavilion negara-negara benua Eropa Seperti yang sudah diprediksi, negara-negara di benua biru akan menampilkan kecanggihan teknologi dan industri yang mereka punya dalam menghasilkan bahan-bahan makanan. Diawali dengan Pavilion Irlandia yang minimalis bertingkat…

Setelah sekian lama tertunda akibat padatnya aktifitas akhirnya postingan ini boleh selesai dan diluncurkan. Masih seputar liburan kami di Milan Italy pada musim panas 2015. Meskipun sudah terlampau jauh, hampir setengah tahun yang lalu namun tidak ada salahnya (dibuang sayang). Kali ini seputar pameran dunia lima tahunan sekali atau lebih keren disebut World Expo. Seperti namanya, WEM 2015 (World Expo Milan) melibatkan negara-negara di dunia yang saat itu mengusung tema “Feeding the Planet – Energy for life”. Sebenarnya saya tertarik mengunjungi event ini karena pernah mendengar cerita kemegahannya ketika dilaksanakan di Hannover Jerman tahun 2000 silam. Sekedar informasi, konon katanya kota Hannover Jerman sampai dirombak sedemikian rupa guna menyambut pelaksanaan event ini, hingga akhirnya menyisahkan deretan bangunan sisa-sisa Expo 2000 yang sebagian masih digunakan sampai sekarang. Kembali ke Milan, pelaksanaan WEM 2015 dimulai sejak tanggal 1 Mai sampai 31 Oktober 2015. Bertempat di lokasi pameran Rho Fiera Milan, tiket masuk per orang seharga 34€ yang sudah kami beli jauh hari sebelumnya melalui penjualan tiket online, sehingga tidak harus berlama-lama mengikuti antrian di loket dekat pintu masuk. Luasnya lokasi pameran ini sudah terlihat sejak pintu masuk dimana kami harus berjalan kaki selama kira-kira 45 menit baru bisa mencapai area utama. Sistem pengamanan sangat ketat diterapkan disini, pengunjung diharuskan melewati Metal Detector dan pemeriksaan barang bawaan secara manual.

World Expo Milan 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika

Setelah sekian lama tertunda akibat padatnya aktifitas akhirnya postingan ini boleh selesai dan diluncurkan. Masih seputar liburan kami di Milan Italy pada musim panas 2015. Meskipun sudah terlampau jauh, hampir setengah tahun yang lalu namun tidak ada salahnya (dibuang sayang). Kali ini seputar pameran dunia lima tahunan sekali atau lebih keren disebut World Expo. Seperti…

lagu bahasa jerman

Philipp Dittberner – Das ist dein Leben

Das ist dein Leben Da draußen tobt doch alles weiter, auch wenn ich heute nicht mehr wär’. Die Leute kaufen teure Dinge. Das Leben ist und bleibt unfair. Wir trinken Wein an meinem Fenster. Im Rausch schauen wir dem Ganzen zu. Und müssen beide wieder lachen, irgendwie gehören wir doch dazu. Das ist dein Leben,…